Penyebab Regulator Kaca Mobil Lemah

Penyebab regulator kaca mobil lemah - pada kendaraan roda empat saat ini hampir keseluruhannya mengaplikasikan teknologi power window yang membuat kita lebih gampang untuk menaikkan dan menurunkan kaca jendela mobil tanpa capek.

Agar power window mobil tidak cepat rusak maka kita pun harus merawatnya dengan baik, beberapa kerusakan power window yang umumnya sering terjadi diantaranya adalah power window mati atau bisa bekerja namun kinerjanya sangat lemah akibat kerusakan regulator kaca mobil.



Penyebab kerusakan regulator kaca mobil

Regulator adalah komponen utama yang menggerakkkan kaca mobil naik dan turun, jika komponen ini melemah maka kaca mobil pun menjadi lambat untuk naik dan juga turunnya. Ada beberapa penyebab kenapa regulator ini menjadi lemah dan salah satunya adalah karena  faktor kebersihan jalur kaca mobil / runglass yang kurang terjaga.


Karet kaca atau runglass atau jalur naik turun kaca yang tidak pernah dibersihkan akan membuat kotoran menumpuk disana, hasilnya adalah kaca pun menjadi seret bahkan macet saat dinaikkan. Imbasnya tentu akan membuat bebankerja  motor penggerak menjadi lebih berat, lama kelamaan motor penggerak ini akan melemah.

Baca juga : Tips merawat karet kaca jendela mobil agar tak cepat rusak


Tips merawat regulator kaca mobil agar awet

Untuk merawat bagian ini sebenarnya sangat mudah sekali, cukup anda berikan pelumas khusus karet kaca di seluruh jalur naik turunnya kaca jendela mobil secara berkala. Dengan begitu kaca jendela akan lebih mudah naik dan turun tanpa hambatan sehingga regulator jendela kaca mobil pun terpelihara keawetannya.

lumasi bagian merah dengan grease, dan bagian kuning dengan cairan penetrant / WD40


Baca juga : Ketahui penyebab karet kaca mobil macet

Gambar diatas merupakan ilustrasi sebuah regulator kaca mobil, lingkaran berwarna merah merupakan bagian yang sebaiknya diberikan pelumasan berupa grease atau gemuk, sedangkan pada bagian lingkaran berwarna kuning diberikan pelumasan dengan menggunakan cairan anti karat seperti penetrant ataupun cairan WD40.


Perbedaan Ban Jenis H/T A/T Dan M/T Pada Mobil

Tiap produsen ban tentu saja akan mengklasifikasikan ban produksi mereka dengan menerapkan berbagai kode berupa angka dan juga huruf, salah satunya ialah ban yang memiliki kode H/T, A/T dan juga M/T yang biasanya tercetak pada dinding ban. Apakah arti dari ketiga kode ini ? Dan untuk apa saja penggunaannya ? Yuk kita simak penjelasan dibawah ini.

Perbedaan Ban Jenis H/T A/T Dan M/T Pada Mobil


Ban ialah bagian yang tak akan pernah terpisahkan dari sebuah kendaraan, nah bagi para pengguna mobil jenis SUV tentu saja ketiga kode ban ini sudah tidak asing lsgi ditelinga anda. Bahkan beberapa merk ban pun dikenal jua sebagai istilah HT, AT ataupun MT, yang biasanya tercetak di bagian dinding ban dan dari ketiga kode inipun memiliki arti, klasifikasi serta kegunaannya masing masing.


Ban jenis H/T
Kode HT atau H/T merupakan singkatan dari "Highway Tread" beberapa menyebutnya sebagai"Highway Terrain". Ban berkode H/T ini idealnya diaplikasikan ke kendaraan yang biasa melewati jalanan dengan komposisi 75% jalanan biasa dan 25% nya medan off-road.

Ban berkode HT memiliki desain tapak yang paling hapus dibandingkan ketiganya, sehingga ban ini tergolong kedalam ban senyap yang tidak menghasilkan suara bising saat digunakan di jalanan beraspal.

Karena desainnya yang memiliki hambatan paling minim terhadap aspal jalanan, selain tidak menimbulkan suara yang bising, ban ini Juga membuat kinerja mesin lebih optimal sehingga hemat bahan bakar. Ban jenis H/T lebih diperuntukkan anda yang sering berkendara di lintasan aspal ataupuh perkotaan.


Ban jenis A/T
Ban berkode A/T memiliki kepanjangan "All Terrain" dan sesuai dengan penamaannya ban ini memiliki kemampuan untuk menjelajah semua medan jalanan baik itu jalanan aspal biasa atau on road, maupun di jalananoff road.

Tapak ban berkode A/T ini dibuat lebih kasar dari ban jenis H/T sehingga dengan desain telapak ban yang demikian, mobil yang menggunakan ban jenis ini dapat lebih baik melahap jalanan off road jika dibandingkan dengan ban jenis H/T.

Ban A/T ini didesain dengan formula 50% penggunaan di jalanan biasa atau on road, dan 50% untuk penggunaan medan off road. Ban ini lebih diperuntukkan bagi anda yang sering keluar masuk medan aspal maupun medan off road.


Ban jenis M/T
Ban berkode M/T adalah kepanjangan darj Mud Terrain, ban model ini jika dibandingkan dengan kedua jenis ban yang telah dijelaskan diatas, memiliki desain telapak ban dengan pola dan gap yang besar. Dengan tapak ban yang besar ini maka baik itu lumpur ataupun salju yang melekat pada telapak ban dapat dengan mudah terlepas sehingga kondisi tapak ban tetap bersih. Disamping itu desain pola tapak ban yang seperti ini akan lebih kuat mencengkeram permukaan jalan berlumpur.

Ban model M/T ini didesain dengan komposisi 75% jalanan off road dab 25% nya jalanan on road atau lebih diperuntukkan untuk kendaraan yang lebih banyak melintasi jalanan off road ketimbang on road. Walaupun ban ini sebenarnya bisa digunakan untuk medan aspal jalan, namun daya cengkeram ban ini kurang begitu baik dan rawan slip Saat melewati jalanan aspal yang basah terguyur air hujan.

Selain itu ban yang diciptakan lebih banyak melewati jalanan off road jika digunakan lebih banyak melenggang di jalanan aspal, membuat ban akan lebih mudah habis, dan ban model ini mengeluarkan suara yang bising saat dipacu di jalanan beraspal dan boros bahan bakar.

Nah dari ketiganya bisa ditarik kesimpulan bahwa bila anda lebih banyak berkendara di jalanan perkotaan yang beraspal, pilihlah ban berkode H/T. Bila kendaraan yang kalian gunakan antara jalanan off road maupun on road sama porsi nya maka ban jenis A/T adalah pilihan yang tepat. Serta bagi kalian pecinta off road, pastikan menggunakan ban berkode M/T pada mobil anda. Semoga bermanfaat dan silahkan dibagikan artikel ini.

Tempat Ideal Meletakkan APAR Alat Pemadam Didalam Mobil

Lokasi memasang alat pemadam mobil - salah satu upaya yang dapat kita lakukan guna berjaga jaga mencegah terjadinya kebakaran terhadap mobil ialah dengan memasang sebuah Alat Pemadam Api Ringan didalam kabin mobil.

Dalam pemasangannya pun alat pemadam kebakaran ini tidak boleh dipasang secara sembarangan, ada beberapa lokasi yang paling ideal guna menyimpan alat pemadam kebakaran ringan ini didalam ruang kabin mobil, disamping itu selain penempatan yang ideal, penggunaan braket atau dudukan APAR yang mudah untuk dilepas atau quick release sangat disarankan. Jangan sampai ketika si APAR ini dibutuhkan eh ternyata sangat sulit sekali ketika hendak diraih ataupun dilepaskan dari braketnya.

alat pemadam api mobil
Image by : autobild


Lokasi ideal meletakkan APAR di mobil

Untuk lokasi pemasangan atau peletakan APAR sendiri pun disesuaikan dengan besar kecilnya tabung alat pemadam yang kalian gunakan, jika alat pemadam tersebut hanya berukuran sangat kecil sekecil tabung spray yang hanya memiliki kapasitas 500ml hingga 1000ml bisa dipasangkan di bagian laci mobil, dibagian kolong jok mobil kursi penumpang depan, maupun bisa ditaruh dibagian kolong jok paling belakang Sedangan untuk APAR yang berukuran besar seperti APAR 3 kg, anda bisa menyimpannya di bagian kolong jok kursi penumpang bagian depan maupun di bagian kolong jok paling belakang.

Tempat Ideal Meletakkan APAR Alat Pemadam Didalam Mobil
Peasangan APAR dengan quick release bracket di jok depan mobil


Sebenarnya masih banyak sekali lokasi ideal lainnya seperti misalnya diletakkan di bagian bagasi mobil bercampur dengan tempat penyimpanan ban serep untuk jenis mobil sedan, dipasang di bagian luar berdekatan dengan tangki cadangan bahan bakar untuk kendaraan sejenis Jeep dan lokasi lokasi lainnya dimana APAR ini nantinya mudah untuk di raih atau diambil, serta tidak membahayakan si penumpang.

Baca juga : Inilah fungsi utama dari lampu DRL di mobil


lokasi memasang apar di mobil
Berbagai lokasi ideal penempatan APAR



Ukuran APAR yang disarankan

Untuk menentukan seberapa besar kapasitas alat pemadam api ringan yang dibutuhkan bisa disesuaikan dengan besarnya kendaraan yang kalian gunakan, jika mobil yang digunakan termasuk mobil berukuran kecil, anda cukup gunakan APAR berukuran 1kg, untuk mobil berukuran sedang anda bisa gunakan tabung APAR berukuran 2 hingga 3 kg, sedang untuk kendaraan besar bisa menggunakan alat pemadam berkapasitas 5 kg bahkan lebih.


Pemilihan braket APAR yang bagus

Karena pada umumnya peralatan pemadam api ringan ini memiliki bobot yang lumayan berat, maka dibutuhkan sebuah praket atau dudukan khusus yang mampu digunakan untuk mengikat tabung pemadam api ini agar tidak bergerak kemana mana, selain itu pilih juga mekanis braket dimana tabung APAR bisa dengan mudah dilepas saat dibutuhkan. Sangat disarankan untuk memilih sebuah braket APAR yang didesain secara khusus untuk digunakan di mobil.

Baca juga : Perlu gak sih bawa alat pemadam di mobil ?

Nah itulah tadi sekilas tentang lokasi penempatan tabung pemadam api didalam mobil yang paling ideal, semoga bermanfaat dan salam otomotif.



Kelebihan Kekurangan Menggunakan Velg Ban Kecil

Modifikasi velg mobil kecil - setelah beberapa waktu yang lalu kita membahas mengenai kelebihan serta kekurangan dari modifikasi mobil menggunakan velg yang lebih besar dari ukuran standar, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas kebalikannya, yakni kelebihan serta kekurangan menggunakan velg dan ban yang kecil pada sebuah mobil.

Kelebihan Kekurangan Menggunakan Velg Ban Kecil
Credit of image : Carjunky.com


Velg dan ban adalah salah satu komponen paling penting yang terdapat pada sebuah kendaraan baik itu motor maupun mobil, oleh karenanya pemilihan besar kecil nya komponen ini harus diperhatikan dengan baik, terlebih lagi mengenai material bahan yang digunakan haruslah yang terbaik.

Baca juga : Ini bahaya memakai velg replika pada mobil

Nah untuk modifikasi velg serta ban pun ada kelebihan serta kekurangannya masing masing, dan beberapa kelebihan dan juga kekurangan dari penggunaan velg serta ban yang lebih kecil dari ukuran standar diantaranya adalah sebagai berikut :


#Kelebihan pakai velg dan ban kecil



1. Membuat setir kemudi menjadi lebih ringan

Menggunakan dimensi kaki kaki yang lebih kecil dibandingkan dengan ukuran standar ialah dapat membuat setir kemudi menjadi lebih ringan terutama saat dibelokkan. Karena hal ini pulalah banyak pemilik mobil yang belum didukung teknologi powersteering biasanya menggunakan velg dan ban berukuran kecil untuk meringankan setir kemudi sehingga sopir tidak gampang merasa lelah.


2. Lebih irit bahan bakar

Dengan cara berkendara yang sama, penggunaan velg serta ban yang kecil ini lebih hemat bahan bakar, karena pada umumnya bobot dari velg ban kecil ini lebih ringan dibandingkan dengan velg besar / lebar sehingga mesin mobil pun tidak terlalu terbebani dengan berat velg, sehingga tingkat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.


3. Meningkatkan akselerasi mobil

disamping hemat bahan bakar, karena bobotnya yang lebih ringan ini tentu saja akan membuat beban kendaraan menjadi lebih ringan, hasilnya sudah tentu akselerasi mobil semakin meningkat. Dan lagi lagi inilah alasan kenapa kebanyakan mobil ataupun motor yang digunakan ajang balap akselerasi memakai velg yang lebih kecil, pada sepeda motor terdapat istilah velg dan ban cacing.



#Kekurangan pakai velg dan ban kecil

Selain kelebihan tentu tak afdol rasanya jika tidak menyebutkan kekurangannya juga, nah beberapa kekurangan pemakaian velg dan ban berukuran kecil ini diantaranya adalah sebagai berikut ini :


1. Kurang nyaman melintasi jalanan jelek

Karena ukuran ban yang kecil ini tentunya akan membuat ban dengan mudah masuk kedalam lubang di jalanan walaupun ukuran lubang tersebut kecil, sehingga membuat kenyamanan berkendara menjadi sedikit terganggu dengan pemakaian ban serta velg berukuran mini ini. Salah satu alasan kenapa lebih banyak orang mengganti roda mobil mereka dengan ukuran yang lebih besar ketimbang menggantinya dengan ukuran yang lebih kecil ini adalah masalah kenyamanan, semakin besar velg dan ban tentu ketika melintasi jalanan jelek dan berlubang efek hentakan tidak akan terasa, setidaknya berkurang.


2. Tidak dapat digunakan angkutan berat

Karena ukuran dimensi velg dan juga ban yang kecil pula, membuat mobil yang mengaplikasikan roda roda mini ini menjadi tidak dapat digunakan untuk mengangkut muatan yang berat, meskipun bisa dipaksakan namun akan beresiko terhadap keselamatan berkendara di jalan raya.


3. Mobil rawan terbalik saat bermanuver

Nah selain kedua hal diatas, salah satu resiko jika anda mengganti velg serta ban mobil dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari ukuran standarnya adalah mobil lebih beresiko terbalik saat digunakan bermanuver di kecepatan tinggi, hal ini diakibatkan karena daya cengkram roda terhadap aspal yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan roda dengan ukuran velg serta ban bertapak lebar dan besar. Jadi mobil dengan ukuran ban yang kecil ini sebaiknya tidak digunakan untuk kebut kebutan, terutama di jalanan yang meliuk liuk karena rawan sekali selip.

Baca juga : Kelebihan dan kekurangan modifikasi velg besar pada mobil


Nah itulah tadi beberapa kelebihan serta kekurangan ketika anda memutuskan untuk memodifikasi bagian kaki kaki mobil, khususnya di bagian roda dan velg. Semoga bermanfaat dan silahkan di bantu share, terimakasih sudah membaca.



Kekurangan Nano Ceramic Coating Mobil

Kekurangan menggunakan nano ceramic - memberikan perawatan ekstra terhadap eksterior kendraan wajib hukumnya bagi sang pemilik, agar kendaraan miliknya senantiasa tampil indah menawan ketika dipandang mata.

Coating Mobil Dan Manfaatnya

Salah satu dari sekian banyak cara yang biasanya dilakukan oleh pemilik mobil agar tampilan luarnya sedap dipandang, selain rutin mencuci body mobil, mereka mengaplikasikan produk perawatan seperti nano ceramic agar tampilan mobil mereka selalu kinclong dan tentu saja lebih gampang untuk dirawat setelahnya.

Baca juga : Ini pertanyaan seputar coating mobil yang sebaiknya kalian tahu

Nano ceramic coating adalah sebuah pengerjaan pelapisan cairan kimia pada permukaan cat body mobil yang ketebalannya berukuran mikro guna menutup pori pori cat mobil sehingga dengan tidak adanya pori pori pada cat mobil, membuat debu, kotoran bahkan air tidak mudah hinggap. Dengan begitu mobil pun akan dengan mudah sekali dirawat, seperti misalnya jika terkena debu ringan kita bisa langsung mengelapnya dengan kain microfiber akan langsung terlihat mengkilap.

Banyak kelebihan lain yang bisa kita dapatkan dengan mengaplikasikan nano ceramic coating ini pada mobil seperti yang pernah saya bahas di artikel terpisah di : PENGERTIAN DAN MANFAAT COATING MOBIL.

Selain kelebihan, apakah ada kekurangan dari nano ceramic coating ini ?


Untuk kekurangan memasang atau mengaplikasikan nano ceramic coating hampir tidak ada, yang ada adalah manfaat lebih dari teknologi yang satu ini seperti yang kami jelaskan di artikel terpisah diatas. Adapun kekurangan dari nano ceramic coating hanyalah soal harga yang ditawarkan, biasanya berkisar 2 juta keatas tergantung produk apa yang kalian gunakan. Dan dari sekian banyak kelebihan yang didapatkan, saya rasa harga yang mahal ini tidak jadi persoalan.

Baca juga : Tips merawat mobil yang sudah dicoating agar tetap kinclong

Nah tunggu apa lagi, apakah anda saat ini ingin segera mengaplikasikan teknologi nano cerami coating guna memperindah tampilan eksterior mobil ? silahkan anda cari informasi mengenai jasa nano ceramic coating terbaik di kota anda dan segera lapisi kendaraan anda dengan lapisan nano ceramic coating. Semoga bermanfaat dan silahkan dibantu share artikel diatas, terimakasih sudah membaca.